PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI SUPERVISI PENDIDIKAN DI SMAN 1 MANDAU
محتوى المقالة الرئيسي
الملخص
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan melakukan evaluasi terhadap hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara komperhensif peningkatan kemampuan guru merencanakan kegiatan pembelajaran, peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran, peningkatan kemampuan guru dalam menilai proses dan hasil pembelajaran di SMAN 1 Mandau. Untuk meningkatkan profesionalisme guru tersebut kepala sekolah melakukan penelitian tindakan dengan tujuan melakukan perbaikan terhadap kelemahan dan kekurangan yang dialami guru sebagai tenaga pendidik guna meningkatkan mutu sekolah dan juga mutu pendidikan di SMAN 1 Mandau. Ba.hwa supervisi pendidikan yang memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kompetensi profesional guru. Supervisi pengajaran merupakan satu kegiatan pembinaan dan bimbingan profesional guru sebagai usaha peningkatan kemampuan dan keterampilan mengajar para guru dalam menyampaikan materi ajar kepada peserta didik. Di samping itu. supervisi memusatkan perhatiannya pada pengembangan dan kemajuan peserta didik.
تفاصيل المقالة

هذا العمل مرخص بموجب Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
المراجع
Arifin, M. dan Barnawi. (2012). Etika dan Profesi Kependidikan. Jogjakarta. Ar-Ruzz
Media.
Asmani, Jamal Ma’mur. (2009). 7 Kompetensi Guru Menyenangkan dan Profesional. Jogjakarta:Powerbook
Bogdan, R.C & Biglen, S.K. .1998 Qualitative Research In education. An Introcuction To theory an Methods. Boston. Allyn and Bacon Inc
Briggs, Thomas H. and Joseph Justman, (1954). Improving Instrution Through Supervision, New York : The Nac Milland Company.
Elika Dwi Murwani. (2006) Peran Guru dalam Membangun Kesadaran kritis siswa.
Jurnal Pendidikan Penabur .6 (5) hlm. 63
Hadari Nawawi. (1994). Administrasi Pendidikan. Jakarta: Toko Gunung, Kunandari.(2009) Guru Profesional Implementasi Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Rajawali Pers
Moh.Uzer Usman. (1996). Menjadi Guru Profesional. PT Remaja Rosdakarya. Bandung. Ngalim Purwanto. (2009). Administrasi dan Supervisi Pendidikan. (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya,
Parker.(1981). “Familiarity and It's Impact on. Decision Biases and Heuristics”. Journal of Consumer Research, Vol. 8, pp. 223-230
Piet A. Suhertian.(2000), Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka
Pengembangan Sumber DayaManusia), hlm, 20. Purwanto.(1990).Administrasi dan Supervisi Pendidikan.Bandung: Remaja Roesdakarya. Riva Dede Mohamad.(2008). Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru. Tersedia
http://id.shvoong.comdiakses tanggal 11April 2010
Santyasa. (2007). Keberadaan dan Kepentingan Pengembangan Model Pelatihan untuk Pembinaan Profesi Guru. Laporan Penelitian Universitas Pendidikan Ganesa Bali
Sergiovanni, M. (2004). Supporting Teacher Professional.Higher Educational Journal.2 : 51-9
Snyder .J,K $ Anderson.H.R.(1986). Managing Productive School Toward and Ecology.
Orlando Florida. Academic Press Inc
Sofyandi, Ade. (2008). Profesionalisme Guru Menuju Sertifikasi. Tersedia http://eklipingguru.blogspot.com/2008/04/profesionalisme-guru-menuju- sertifikasi.htmL
Sudarminta, J. (2010). Etika Umum. Kanisius: Yogyakarta
Suharsimi Arikunto.(2004). Dasar-Dasar Supervisi, Jakarta: PT Rineka Cipta
Kisbiyanto. (2008). Supervisi Pendidikan, STAIN Kudus
Suroso.(2002). In Memorial Karyawan. Yogjakarta: Penerbit Jendela.
Syaiful S., (2011). Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan, Bandung: Alfabeta
W.Aca, A.Suhandana,N.Dantes. (2013). Kompetensi Profesional, Supervisi Pendidikan Dan Iklim Kerja Terhadap Kinerja Guru Smp Negeri 2 Amlapura.Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha . Volume 4
Wiles, Kimbal dan Lovel, John T. (1975). Supervision for Better School,Printice hall, Inc, Englewwod Cliffs, New Jersey.
Yuli Kwartolo. (2006) . Berbagai Permasalahan dalam Undang-Undang tentang Guru dan Dosen. Jurnal Pendidikan Penabur . 6 (5) hlm 91













